Resep Semen Indonesia Dongkrak Penjualan di Semester I-2026

Resep Semen Indonesia Dongkrak Penjualan di Semester I-2026
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menyampaikan bahwa faktor utama yang mendorong pertumbuhan penjualan perusahaan pada semester pertama 2026 yakni adanya transformasi bisnis yang bergulir sejak Juni 2025.

Direktur Utama Semen Indonesia Indrieffouny Indra memaparkan, sejak periode tersebut emiten berkode SMGR ini mempertajam pola bisnis serta memperkuat penjualan di sektor ritel.

"Transformasi ini sekaligus mengubah cara berjualan dari tim SIG, di mana kami kalau selama ini hanya ke sell in, tetapi setelah transformasi tersebut kami fokus ke sell out ke toko-toko bangunan," kata dia dalam Paparan Publik Semen Indonesia 2026, Selasa (8/9/2026).

Indrieffouny menambahkan, strategi tersebut membuat perusahaan mampu memastikan produk SIG senantiasa tersedia serta mudah dijangkau di seluruh toko maupun jaringan distribusi.

"Ini meningkatkan keefektifan penjualan dari produk-produk kami di seluruh toko di seluruh Indonesia," imbuh dia.

Indrieffouny menuturkan, selain langkah tersebut, penjualan produk Semen Indonesia turut terdorong oleh sentimen dari program-program yang dieksekusi pemerintah.

"Seperti pembangunan Koperasi Merah Putih, pembangunan Sekolah Rakyat, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, dan juga program Tiga Juta Rumah yang dijalankan pemerintah," ungkap dia.

Melihat ke depan, Indrieffouny optimistis industri semen bakal tumbuh positif selaras dengan program-program pemerintah maupun proyek swasta yang berjalan pada 2026 ini.

Sebagai informasi, Semen Indonesia mencatatkan volume penjualan total sebanyak 18,28 juta ton, atau tumbuh 5,6 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) dari periode sebelumnya sebesar 17,31 juta ton.

Capaian tersebut ditopang oleh penjualan domestik yang meningkat 9,7 persen secara tahunan (yoy), dengan kontribusi utama dari segmen semen kantong yang melonjak signifikan hingga 11,2 persen secara tahunan (yoy).

Berkat kenaikan volume penjualan itu, SMGR membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 13,1 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 17,65 triliun dari periode sebelumnya yang mencapai Rp 15,61 triliun.

Di samping itu, SIG mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 228 miliar pada semester I-2026. 

Angka tersebut meroket 471,0 persen secara tahunan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index