JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) menanggapi pertanyaan mengenai potensi perseroan melepas kepemilikan sahamnya di PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN).
Direktur Medco Energi, Benny Setiawan menegaskan bahwa kepemilikan saham MEDC di AMMN sampai saat ini masih dikategorikan sebagai investasi strategis.
Penjelasan tersebut ia sampaikan sewaktu menjawab pertanyaan dari salah satu investor dalam Public Expose Live yang diselenggarakan secara daring, Rabu (9/9/2026).
Menurut penjelasannya, investasi itu memberikan sumbangsih positif bagi performa MEDC. Hal ini disokong oleh potensi komoditas mineral, utamanya emas serta tembaga, yang dinilai tetap menjanjikan di masa depan.
“Kepemilikan kami di AMMN merupakan investasi strategis yang selama ini memberikan kontribusi yang baik kepada MedcoEnergi, terutama karena prospek mineral emas dan tembaga di masa depan masih menjanjikan,” ujar Benny dalam Public Expose.
Kendati demikian, Benny menuturkan peluang untuk memonetisasi atau menjual sebagian maupun seluruh porsi saham di AMMN tetap terbuka.
Hanya saja, langkah tersebut masih harus dikaji secara mendalam oleh perseroan dengan memperhitungkan beragam faktor, seperti valuasi saham, momentum transaksi yang tepat, hingga dampaknya bagi pemegang saham.
“Apabila nanti terdapat keputusan yang bersifat material tentu akan kami umumkan kepada publik,” paparnya.
“Jadi, kami akan terus mengkaji opsi-opsi tersebut dengan mempertimbangkan valuasi, timing, dan tentunya manfaatnya bagi pemegang saham,” lanjut dia.
Sebagai informasi, MEDC atau MedcoEnergi tergolong sebagai salah satu pemegang saham utama AMMN. Merujuk pada data pemegang saham per 2 September 2026, MedcoEnergi mengapit 15,17 miliar saham AMMN atau setara 20,92 persen.
Torehan tersebut menempatkan MedcoEnergi di posisi pemegang saham terbesar kedua di AMMN, persis di bawah Sumber Gemilang Persada yang menguasai 23,33 miliar saham atau 32,17 persen.
Di posisi setelah MedcoEnergi, terdapat AP Investment dengan kepemilikan 11,20 miliar saham atau 15,45 persen. Di sisi lain, SAJIR menggenggam 3,70 miliar saham atau 5,10 persen.
AMMN sendiri merupakan perusahaan induk yang berfokus pada aktivitas eksplorasi, pembangunan, penambangan, pemrosesan, hingga pengolahan serta pemurnian mineral lewat anak usaha dan entitas asosiasinya.
Melalui PT Amman Mineral Nusa Tenggara, AMMN mengelola tambang tembaga dan emas terbuka Batu Hijau di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Tambang ini memproduksi konsentrat tembaga kualitas tinggi yang turut mengandung emas dan perak.