Danantara Audit LRT City, Adhi Karya Sisir Utang Anak Usaha

Danantara Audit LRT City, Adhi Karya Sisir Utang Anak Usaha
PT Adhi Karya (Persero) Tbk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) bergandengan dengan Danantara Indonesia sedang mengeksekusi uji tuntas (due diligence) terhadap deretan portofolio hunian berkonsep transit oriented development (TOD) LRT City.

Agenda audit secara menyeluruh ini ditempuh demi memetakan dinamika persoalan operasional sekaligus tanggungan keuangan di level entitas anak usaha.

Langkah ini direalisasikan menyusul mencuatnya aspirasi keluhan dari konsumen mengenai tertundanya penyerahan unit sejak 2019.

Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko Adhi Karya Rozi Sparta membeberkan bahwasanya tahapan due diligence saat ini tengah bergulir pada 12 titik pengembangan proyek LRT City yang berada dalam naungan anak perusahaan.

“Saat ini perseroan dan Danantara Asset Management sedang melakukan pelaksanaan uji tuntas atas proyek-proyek yang dikembangkan di anak perusahaan,” ujar Rozi dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

Rozi menguraikan bahwasanya muara dari due diligence ini bakal menjadi fondasi utama bagi jajaran manajemen bersama Danantara untuk merumuskan opsi serta formula paling ideal dalam menuntaskan restrukturisasi seluruh tanggungan di anak usaha.

“Harapannya tentu dengan ada due diligence bisa memetakan persoalan dan tentunya bisa memberikan opsi dan strategi terbaik untuk dapat menyelesaikan seluruh kewajiban di anak perusahaan,” kata Rozi.

Langkah penataan ini berpacu sejajar dengan agenda penataan ulang (streamlining) BUMN Karya yang tengah didorong oleh Danantara.

ADHI diinstruksikan untuk menyetop pendirian anak usaha baru serta secara bertahap melepaskan lini bisnis di luar bidang keahlian utamanya.

Perseroan lantas mematok target divestasi atas tiga anak perusahaan pada tahun buku 2026, yang meliputi pelepasan aset non-inti seperti bisnis pengelolaan air, energi, perhotelan, hingga hak konsesi jalan tol.

Sementara itu, menilik performa keuangan konsolidasi, Direktur Keuangan ADHI Budi Iqbal mengutarakan bahwasanya perseroan membukukan raihan laba bersih senilai Rp8,49 miliar pada semester I/2026, atau menguat 12,6% secara tahunan.

Budi menerangkan bahwa lonjakan laba tersebut dominan disokong oleh pencatatan pendapatan lain-lain hasil pengakuan klausul bunga pembayaran atas piutang proyek prasarana LRT Jabodebek.

Walau begitu, pihak manajemen terus menjalin komunikasi intensif dengan para kreditur beserta pemegang saham pengendali demi mengamankan restu restrukturisasi utang secara komprehensif.

Ikhtiar ini ditempuh di tengah tantangan alur pencairan kas proyek yang masih memberikan imbas tekanan pada kondisi likuiditas perseroan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index