Pertamina Ungkap Potensi Harga Pertamax Bisa Tembus Rp20.000

Pertamina Ungkap Potensi Harga Pertamax Bisa Tembus Rp20.000
PT Pertamina Patra Niaga [FOTO: NET].

JAKARTA— PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa nominal harga BBM jenis Pertamax memiliki potensi beranjak pada kisaran Rp18.000 hingga Rp20.000 per liter bilamana harga minyak mentah dunia gagal kembali melandai ke level US$60—US$70 atau setara Rp1,08 juta–Rp1,26 juta per barel.

Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengutarakan bahwa pergerakan harga minyak mentah global menjadi salah satu variabel penentu yang memengaruhi patokan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di pasar domestik.

Menurut keterangannya, pergerakan minyak dunia saat ini masih fluktuatif seiring memanasnya konflik geopolitik di beberapa kawasan, khususnya di area Timur Tengah.

“Jadi kalau berharap turun ke USD70 per barrel atau USD60 per barrel seperti sebelum terjadinya krisis geopolitik. Kami doakan semoga itu bisa terjadi, kalau tidak kondisinya akan berdampak seperti sekarang harga pertamax Itu akan Berkisaran antara dia atas 18.000 sampai 20.000,” kata Eko dalam Temu Media Nasional Subholding Downstream di Pertamina Fuel Terminal Rewulu, Bantul, Yogyakarta, Jumat (11/9/2026).

Eko memaparkan bahwa eskalasi di Timur Tengah memicu imbas yang lebih masif pada rantai pasok maupun penetapan harga minyak global. 

Dinamika tersebut utamanya dipicu oleh munculnya kendala pada alur perlintasan distribusi minyak mentah yang melewati Selat Hormuz.

“Karena Selat Hormuz merupakan urat nadi pasokan minyak mentah dunia. Akibatnya, harga minyak dunia belum stabil,” katanya.

Mengutip penjelasannya, situasi geopolitik tersebut memperlihatkan imbas yang berbeda bila disandingkan dengan dampak krisis energi akibat perselisihan Rusia-Ukraina. 

Eskalasi di kawasan Timur Tengah dinilai jauh lebih sensitif lantaran bersentuhan langsung dengan rute vital pasokan minyak global.

Seiring fluktuasi harga minyak mentah dunia yang belum mereda, banderol BBM non-subsidi di pasar domestik pun telah melewati serangkaian penyesuaian tarif sejak awal September 2026.

Hingga kini, harga Pertamax masih tertahan pada level Rp15.950 per liter. Di sisi lain, Pertamina telah mengeksekusi kenaikan tarif untuk produk Pertamax Turbo, Dexlite, serta Pertamina Dex sejak 1 September 2026. Menyusul sehari setelahnya, tepat pada 2 September 2026, pihak Pertamina turut menaikkan harga Pertamax Green 95.

Merujuk data per 9 September 2026, patokan harga Pertamax Green 95 ditetapkan berada di angka Rp19.150 per liter, atau menguat Rp2.500 dibanding harga sebelumnya sebesar Rp16.600 per liter.

Sementara itu, banderol Pertamax Turbo saat ini berada di posisi Rp19.600 per liter, beranjak naik dari posisi Rp18.300 per liter pada bulan Agustus 2026. Banderol Dexlite bergeser ke level Rp23.700 per liter dari patokan terdahulu sebesar Rp19.700 per liter.

 Adapun komoditas Pertamina Dex kini dipatok pada angka Rp25.200 per liter, menanjak dari posisi Rp21.150 per liter pada Agustus 2026.

Berseberangan dengan dinamika BBM non-subsidi, ketetapan harga bagi BBM bersubsidi belum mengalami perubahan. Banderol Pertalite masih dipatok pada angka Rp10.000 per liter, sedangkan tarif Biosolar tetap berada di kisaran Rp6.800 per liter.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index