JAKARTA – PT Indika Energy Tbk. (INDY) mengakselerasi proses pembangunan proyek tambang emas Awak Mas yang berlokasi di Sulawesi Selatan. Sampai dengan penghujung Juni 2026, tahapan konstruksi fasilitas tersebut dilaporkan telah menembus 60,63%.
Indika Energy membidik tambang emas Awak Mas dapat mencetak produksi emas perdana atau first gold pada kurun kuartal II/2027.
Senior Vice President and Head of CEO Office, Corporate Communications, and Sustainability Indika Energy Ricky Fernando memaparkan bahwasanya agenda Awak Mas saat ini masih bergulir dalam fase konstruksi.
“Per 30 Juni 2026, kemajuan konstruksi proyek telah mencapai 60,63% menuju target penyelesaian konstruksi,” ujarnya kepada Bisnis dikutip, Senin (14/9/2026).
Usai pengerjaan fisik rampung, proyek bakal melangkah ke tahap persiapan operasional sebelum akhirnya memasuki fase produksi komersial. Perseroan mematok first gold dapat terealisasi pada kuartal II/2027.
Pada kurun tahun pertama operasional, Awak Mas diproyeksikan mampu mencetak sekitar 50.000–70.000 ounce emas.
Melalui target tersebut, kontribusi Awak Mas terhadap performa keuangan Indika Energy ditaksir mulai terefleksi pada penghujung kuartal II/2027, seiring berjalannya aktivitas produksi emas.
Mesin Pertumbuhan Baru INDY
Penggarapan Awak Mas menjadi bagian dari agenda strategis INDY guna memperbesar porsi kontribusi dari sektor non-batu bara. Pihak perseroan menilai proyek komoditas emas ini berpeluang menjadi salah satu penopang pertumbuhan baru saat beroperasi secara penuh kelak.
“Setelah beroperasi penuh, proyek ini kami harapkan menjadi salah satu kontributor utama lini bisnis non batu bara, baik terhadap pendapatan maupun EBITDA perseroan,” kata Ricky.
Oleh karena itu, keberhasilan pengoperasian Awak Mas bakal menjadi salah satu pemantik krusial dalam langkah diversifikasi portofolio INDY. Perseroan tidak hanya mengincar ekspansi dari sektor energi dan batu bara, melainkan turut memperluas portofolio pada komoditas emas yang memiliki karakteristik berbeda.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 30 Juni 2026, INDY membukukan torehan pendapatan sebesar US$1,15 miliar, atau melambung 19,9% jika dibandingkan pencapaian periode sama tahun sebelumnya senilai US$956,8 juta.
Berjalan seiring dengan lonjakan pendapatan, perolehan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat hingga US$10,2 juta, melampaui raihan US$2,2 juta pada semester I-2025.
Peningkatan performa tersebut disokong oleh besarnya kontribusi sejumlah anak usaha, yakni Kideco Jaya Agung (Kideco), Tripatra, Interport Mandiri Utama (Interport), serta Indika Indonesia Resources.