USABC: Pergantian Menkeu Tak Signifikan Pengaruhi Minat Investasi AS

USABC: Pergantian Menkeu Tak Signifikan Pengaruhi Minat Investasi AS

NARASIINDONESIA.ID — Perusahaan Amerika Serikat tetap menaruh minat berinvestasi di Indonesia meski posisi menteri keuangan berganti tiga kali dalam sekitar dua tahun terakhir. US-ASEAN Business Council menilai pergantian pejabat tidak serta-merta mengubah keputusan investasi selama arah kebijakan pemerintah tidak berubah signifikan.

Executive Vice President of Research and Chief Policy Officer US-ASEAN Business Council (USABC) Marc Mealy menyatakan investor korporasi yang menanam modal langsung asing sudah terbiasa dengan rotasi pejabat di tingkat kementerian. Pernyataan itu disampaikan Mealy di Jakarta, Rabu, merespons pergantian menteri keuangan yang terjadi tiga kali dalam sekitar dua tahun terakhir.

Menurut Mealy, yang menjadi perhatian investor bukan sosok yang menduduki kursi menteri keuangan, melainkan arah kebijakan yang diambil setelahnya. Selama tidak ada perubahan besar dalam kebijakan, pergantian pejabat tidak membuat perusahaan AS menarik diri dari pasar Indonesia.

Kebijakan Jadi Penentu, Bukan Nama Menteri

Mealy menegaskan ketidakpastian kebijakan memang bisa menjadi pertimbangan sebagian investor asing. Namun, faktor itu dinilai berbeda dari sekadar pergantian pejabat itu sendiri.

"Secara umum, bagi sebagian besar investor korporasi yang melakukan investasi langsung asing, kami memahami bahwa bisa terjadi pergantian pejabat di tingkat menteri," kata Mealy.

Ia menambahkan, perubahan menteri keuangan baru akan menjadi perhatian serius apabila turut membawa pergeseran signifikan terhadap kebijakan pemerintah. "Selama itu tidak berarti ada perubahan besar dalam kebijakan, hal tersebut tidak berarti kami tidak lagi ingin berinvestasi hanya karena menteri keuangan berganti," ujarnya.

Realisasi Investasi AS Capai USD14,85 Miliar

Dalam kesempatan yang sama, USABC meluncurkan laporan Bisnis AS untuk Indonesia (BISA) 2026. Laporan itu mencatat realisasi investasi perusahaan AS di Indonesia sepanjang 2020 hingga semester I-2025 mencapai 14,85 miliar dolar AS atau sekitar Rp259,9 triliun.

Sementara komitmen investasi perusahaan AS sepanjang 2020 hingga Januari 2026 tercatat sekitar Rp399,7 triliun atau setara 22,84 miliar dolar AS. Angka komitmen yang lebih besar dari realisasi itu menunjukkan masih ada ruang penyerapan investasi yang belum terealisasi.

Stabilitas Kebijakan Jadi Kunci Berikutnya

Pernyataan USABC memberi sinyal bahwa yang dipantau investor adalah konsistensi aturan, bukan komposisi kabinet. Pergantian menkeu yang berulang dalam waktu singkat tetap menjadi variabel yang dicermati, terutama bila menyangkut arah fiskal dan iklim usaha.

Bagi Indonesia, catatan realisasi dan komitmen investasi AS ini menjadi acuan sejauh mana kepastian kebijakan mampu menjaga kepercayaan pelaku usaha. USABC belum menyebut proyeksi spesifik untuk periode berikutnya di luar angka yang tercatat dalam laporan BISA 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index