Charles Hoskinson: Kripto Bakal "Makan" AI Saat Ledakan Data Center Redup

Charles Hoskinson: Kripto Bakal

NARASIINDONESIA.ID — Pendiri Cardano Charles Hoskinson memprediksi industri kripto akan menelan kecerdasan buatan (AI) dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Menurutnya, lonjakan belanja data center yang tidak berkelanjutan akan memaksa AI mencari solusi dari blockchain.

Charles Hoskinson menilai gelombang belanja besar-besaran untuk membangun pusat data AI saat ini sedang menuju titik jenuh. Dalam episode podcast Deeptech Insights yang tayang 16 September, pendiri Cardano itu menyebut blockchain bisa menjadi tulang punggung bagi AI di masa depan.

Pernyataan tersebut muncul ketika industri kripto dan AI sama-sama menjadi sorotan pasar global. Hoskinson menilai kedua sektor ini akan bertemu bukan karena tren, melainkan karena kebutuhan teknis yang mendesak.

Mengapa Data Center AI Disebut Tidak Berkelanjutan

Hoskinson menyoroti lonjakan belanja data center yang mencapai sepuluh kali lipat setiap tahun. Menurutnya, laju itu tidak bisa terus dipertahankan karena pasokan listrik tidak akan cukup menopangnya.

Perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic juga dituntut mencetak laba dalam skala besar. Beban biaya pra-pelatihan (pre-training) model AI menjadi sumber tekanan finansial terbesar mereka.

Ia membandingkan posisi AI hari ini dengan kriptografi saat dirinya masuk ke industri ini. Dulu, para kriptografer menolak dikaitkan dengan mata uang kripto, tetapi sikap itu berubah setelah industri kripto punya dana besar untuk merekrut talenta terbaik.

Tiga Masalah AI yang Bisa Dipecahkan Blockchain

Hoskinson menyebut ada tiga persoalan mendasar yang tidak bisa diselesaikan AI sendiri, yakni pembayaran, penyelarasan nilai (alignment), dan provenans data. Blockchain, katanya, bisa mengisi celah itu.

Soal alignment, ia berargumen bahwa blockchain menciptakan aturan bersama antarpartisipan. Sementara perusahaan AI cenderung membuat keputusan sendiri soal kebebasan berbicara dan perilaku yang dapat diterima.

Blockchain juga dapat melacak siapa yang membuat data dan bagaimana data itu berpindah tangan. Catatan semacam ini membuka jalan bagi perlindungan kekayaan intelektual dan royalti otomatis ketika sistem AI memakai karya orang lain.

Alternatif: Latih AI dengan Ponsel dan GPU Warga

CEO Input Output itu juga mengusulkan penggabungan ponsel dan GPU biasa sebagai sumber daya pelatihan AI. Menurutnya, cara ini lebih unggul ketimbang terus membangun data center baru.

Ia membandingkannya dengan pembangunan jaringan serat optik pada akhir 1990-an. Saat itu, sekitar 90 persen kabel yang dibentangkan di seluruh negeri terbengkalai hampir satu dekade sebelum permintaan mengejar.

Hoskinson memperkirakan pola serupa terjadi pada data center: kelebihan pasokan kini, lalu pergeseran ke model AI lokal yang lebih kecil di perangkat pribadi. Ia mencontohkan perangkat seperti Apple M5 Mac Studio.

Jika AI canggih makin banyak berjalan di jaringan mesin kecil alih-alih pusat data terpusat, ia menilai kripto adalah satu-satunya teknologi koordinasi yang bisa menanganinya. "Cryptocurrencies are going to eat AI because we solve all the hard

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index